Tampilkan postingan dengan label EVALUASI PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EVALUASI PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2015

Materi Laporan Hasil Belajar

Laporan Hasil Belajar
Laporan kemajuan belajar peserta didik merupakan sarana komunikasi antara sekolah peserta didik dan orang tua. Oleh karena itu, laporan peserta didik dan orang tua adalah bagian penting dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan hubungan kerja sama antara sekolah peserta didik dan orang tua atau wali. 
Penilaian pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan infromasi tentang perkembangan proses dan hasil belajar para peserta didik dan hasil mengajar guru.
Pemanfaatan informasi hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran harus didukung oleh peserta didik, orang tua atau wali peserta didik, kepala sekolah, guru dan civitas sekolah lainnya.

Proses pelaporan penilaian hasil belajar merupakan satu tahapan dari serangkaian proses pendidikan di sekolah yang harus dilalui. Peda pelaksanaannya, pelporan harus memerhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a.       Konsisten dengan pelaksanaan penilaian di sekolah.
b.      Memuat perincian hasil belajar dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik
c.       Menjamin adanya informasi permasalahan anak dalam belajar bagi orang tua.
d.      Mengandung berbaqgai cara dan strategi berkomunikasi. 
e.       Memberikan informasi yang benar, jelas, komperehensif dan akurat

Agar peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan semakin meningkat bentuk laporan, kemajuan peserta didik jharus disajikan secara sederhana mudah dibaca dan mudah dipahami, komunikatif serta menampilkan profil atau tingkat kemajuan peserta didik dengan demikian, orang tua atau pihak yang berkepentingan dapat denag udah mengiodentifikasi kempetensi-kompetensi yang jauh belum dimiliki peserta didik, serta kompetensi yang harus ditingkatkan.
Dengan begitu orang tua dapat lebuh mengetahui masalah dan jenis bantuan yang diperlukan untuk membantu anaknya. Peserta didik sendiri dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan dirinya sehingga ia dapat mengetahui pada aspek mana dia harus belajar lebih banyak.

Pada umumnya orang tua siswa menginginkan isi laporan dengan hal-hal berikut:
a.       Belajar peserta didik di sekolah, secara akademik, fisik, sosial dan emosional.
b.      Partisipasi peserta didik dalam kegiatan di sekolahnya dalam ukuran waktu belajar tertentu.
c.       Kemampuan yanag telah diperoleh peserta didik dalam ukuran waktu tertentu.
d.      Hasil belajar peserta didik.
e.       Peningkatan kemampuan peserta didik dalam ukuran waktu tertentu.
f.       Peran atau tindakan orang tua dalam membantu dan mengembangkan peserta didik lebih lanjut

Isi laporan harus memuat informasi-informasi yang berkaitan dengan hal tersebut. Menurut Abdurrohman Sholeh dalam bukunya yang berejudul Pendidikan Agama dan pembangunaan watak bangsa berpendapat, bahwa laporan hasil belajar akan bermanfaat sebagai berikut:

1.      Diagnosi Hasil belajar
Penilaian hasil belajr dilaksanakan terus menerus dan berkesinambungan. Oleh karena itu, harus ada rekaman tingklat kemajuan tingkat peserta didik untuk mengikuti perkembangan belajarnya. Mengingat bahwa ciri kurikulum adalah berbasis kompetensi, maka tiap kompetensi dasar sebagai kemampuan minimal harus dijaga oleh semua peserta didik sebagian besar peserta didik akan dengan mudah mencapai kemampuan dasar tersebut dengan waktu yang telah ditetapkan. Kemungkinan sebagian kecil peserta didik akan ada yang mampu mencapai kemampuan dasar tersebut lebih cepat diabndingkan denagn peserta didik normal, dan ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama dari pada peserta didik yang lain untuk itu, pengamatan secara intensif terhadap hasil belajar sangat diperlukan.

2.      Prediksi masa Depan Peserta didik
Hasil penilaian hasil belajar peserta didik perlu dianalisis oleh setiap guru mata pelajaran untuk mengetahui pada aspek-aspek yang mana peserta didik menonjol dengan melihat indikator keunggulannya. Kemajuan hasil belajar peserta didik dari guru mata pelajaran dikirim ke guru bimbingan dan penyuluhan untuk dianalisis lebih lanjut dan nantinya dapat dijadikan dasar untuk pengembangan peserta didik dalam memilih lanjutan atau jenjang profesi atau karir di masa depan. 

3.      Seleksi dan Sertifikasi

Pada akhir tahun pelajaran, semua catatan hasil kemajuan belajar peserta didik dapat dirangkum dan dikuantifikasikan untuk dijadikan dasar penentuan promosi atau kenaikan kelas dan sertifikasi bagi peserta didik menamatkan pendidikannya.
Penentuan promosi atau kenaikan kelas didasarkan pada kriteria kenaikan kelas. Komponen kriteria kenaikan kelas berdasarkan aspek ketercapaian kompetensi mata pelajaran ayng ditetapkan dalam kurikulum. Peserta didik yang dinyatakan naik kelas adalah peserta didik yang kompeten pada tingkatan kelas berikutnya.
Sesuai dengan prinsip mutu pendidikan, kriteria peserta didik yang dinyatakan naik kelas perlu menguasai 70% kompetensi-kompetensi mata pelajaran tersebut. Perincian kriteria kenaikan kelas atau kelulusan, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, dapat disusun bersama antara dinas pendidikan, sekolah dan diwan pendidikan kabupaten atau kota. Dengan ini diharapkan hasilnya dapat ditanggung jawabkan secara ilmiah kepada semua pihakyangberkepentingan.

by : Meity Isanty (therealmeity.blogspot.com)

Evaluasi Program Pendidikan

Apa itu Evaluasi Program?
Evaluasi Program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui / melihat seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan.
Jadi, suatu kegiatan perlu direncanakan apabila kegiatan tersebut dianggap penting dan jika tidak direncanakan secara matang maka akan menjumpai kesulitan. Selanjutnya kegiatan harus dievaluasi agar dapat dikaji kekurangan dan kelebihannya dan dapat dipertimbangkan untuk pelaksanaan pendidikan dimasa mendatang.
Evaluasi program dimaksudkan untuk melihat pencapaian target program. Untuk menentukan seberapa jauh target program sudah tercapai, yang dijadikan tolak ukur adalah tujuan yang sudah dirumuskan dalam tahap perencanaan kegiatan. Contoh : misalnya guru menargetkan sekurang-kurangnya ada 7 orang siswa yang dapat 10, tetapi kenyataannya hanya ada 3 siswa saja yang dapat nilai 10. Maka tingkat keberhasilan guru tersebut 3/7 x 100% = 47% saja.

Mengapa guru perlu melakukan evaluasi program?
Dalam evaluasi program, disebutkan bahwa orang yang melakukan evaluasi dalam kegiatan program dapat berasal dari orang dalam (evaluator dalam/terlibat dalam kegiatan) dan orang luar (evaluator luar/tidak terlibat dalam kegiatan).
Jadi, dalam kegiatan belajar mengajar, guru dikategorikan sebagai evaluator dalam. Guru adalah pelaksana sehingga mereka mengetahui betul apa yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Guru berkepentingan atas kualitas pengajaran, untuk memperbaiki proses pengajaran yang kan dilaksanakan lain waktu, guru perlu mengetahui seberapa tinggi tingkat pencapaian dari tugas yang telah dikerjakan selama kurun waktu tertentu. Agar guru mampu melakukan tugas dengan sempura (contoh, mampu menelurusi penyebab nilai tidak baik), harus bersedia mempelajari evaluasi program.

by : Meity Isanty (therealmeity.blogspot.com)